Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Rapat Darurat Usai Kerusuhan : Pemkab Kediri Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan, Gedung Samsat dan DPRD Kediri Terbakar, Dokumen Penting Warga Ikut Musnah

Rapat Darurat Usai Kerusuhan : Pemkab Kediri Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan, Gedung Samsat dan DPRD Kediri Terbakar, Dokumen Penting Warga Ikut Musnah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 31 Agu 2025

Berita Sidikkasus.co.id

KEDIRI – Bupati Kediri Hanandhito Himawan Pramana bersama Wakil Bupati, Kapolres Kediri Kabupaten AKBP Bramastyo Priaji, serta Dandim 0809 Letkol Inf Ragil Jaka menggelar rapat darurat di kantor Bupati Kediri, Minggu 31 Agustus 2025, siang tadi. Rapat dihadiri seluruh OPD dan camat untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan pasca-kerusuhan yang melanda Kediri pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Dalam keterangannya, Bupati Hanandhito menegaskan pelayanan publik tidak boleh terhenti. Layanan kesehatan, kependudukan, dan pencatatan sipil dipastikan tetap beroperasi. Namun ia tidak menutup mata bahwa aset Pemkab Kediri habis terbakar, mulai dari komputer, dokumen penting, hingga ruang kerja bupati dan wakil bupati.

“Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri. Gedung Pemkab, DPRD, hingga Samsat Katang hangus terbakar, dan banyak dokumen penting milik warga ikut musnah. Saya berharap masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menjaga kondusifitas bersama,” ujarnya.

Kapolres Kediri Kabupaten menambahkan, kerusuhan itu mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan kantor pemerintahan dirusak dan dijarah. Polisi telah mengamankan 123 orang dari berbagai kecamatan. Mirisnya, sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar SMP, SMA, SMK, hingga santri pondok pesantren.

“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Jika terbukti terlibat, nama mereka akan tercatat dalam kepolisian dan bisa berdampak pada masa depan, misalnya saat mengurus SKCK,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Dandim 0809 Kediri menyatakan TNI siap mendukung penuh pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah. Ia menegaskan roda pemerintahan dan perekonomian tidak boleh berhenti meski gedung pemerintahan kini hanya tersisa puing. Patroli gabungan hingga tingkat desa akan digencarkan untuk memastikan keamanan.

Bupati Hanandhito menutup rapat dengan pesan tegas. Menurutnya, apa yang terjadi bukanlah bentuk demonstrasi, melainkan anarkisme. “Tidak ada ruang dialog, yang ada hanya perusakan. Mari kita jaga persatuan, jangan mudah terprovokasi, dan tetap guyub rukun demi memulihkan Kediri,” tegasnya.

Masyarakat diminta tidak terprovokasi, lebih mengawasi anak-anak, dan menjaga keamanan bersama. Demokrasi boleh hidup, tapi bukan berarti merusak fasilitas umum yang sejatinya dibangun dengan uang rakyat.(myn)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less