Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Disdikbud Sambas”melalui bidang SMP sosialisasi Bullying memberikan pemahaman dan pencegahan

Disdikbud Sambas”melalui bidang SMP sosialisasi Bullying memberikan pemahaman dan pencegahan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 27 Sep 2025

Berita sidikkasus.co.id

SAMBAS – Bidang pembina SMP melalui kasi peserta didik dan pembangunan karakter ibu Reskawati, S. AP, dalam paparaan nya negeri Indonesia yang kita cintai, dalam dunia pendidikan salah satunya masalah bullying

Merupakan salah satu masalah serius yang dapat terjadi dilingkungan sekolah , namun tindakan ini baik dalam bentuk fisik, verbal,mauk pun pisikologis, dapat memberikan dampak yang sangat negatif terhadap korban. Seperti nya menurunnya rasa kepercayaan diri, gangguan mental dan bahkan trauma jangka panjang.

oleh karena itu penting setiap sekolah untuk melakukan sosialisasi anti bullying guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan positif seluruh siswa siswi khusus nya sekolah menengah pertama(SMP) dikab sambas provinsi kalimantan barat.

Selain itu ibu riskawati S,AP memberikan pemahaman tentang apa itu bullying!! Bentuk bentuk nya ( verbal fisik dan lain lain) yaitu memahami dampak buruk bullying bagi korban dan pelaku dan lingkungan secara keseluruhan membangun kesadaran dan kepekaan terhadap lingkungan sekolah mauk pun ditengah tengah masyrakat.

Untuk mendorong sikap positif, kerja sama dan dukungan antar siswa siswi untuk menumbuhkan kedamaian dalam belajar mendorong partisipasi aktip
melibat kan guru dan orang tua sebagai pihak yang berperan penting dan memantau dan bertindak jika terjadi bullying

Langkah strategi pencegahan dan penanganan dengan cara mengatasi bullying saat terjadi, dan cara sebelum terjadi” Yaitu diberi edukasi tentang cara mengidentifikasi dan melaporkan tindakan bullying kepada guru, dan untuk calon pelaku diberikan pemahaman mengenai definisi bullying dampak negatif, prilaku terbut. Sedang kan calon korban diberi edukasi tentang cara mengindikasikan dan melaporkan tindakan bullying kepada guru,

Selain itu dalam menghargai dan perbedaan siswa siswi diajak untuk saling menghargai menunjukan sikap peduli dan memperkuat nilai nilai kebaikan kerja sama, dan rasa hormat antar sesama, dan perlu membentuk siswa sebagai agen perubahan, tidak hanya menerima impormasi tetapi juga diberdayakan untuk bertindak dan menjadi agen perubahan yang dalam memerangi bullying mau pun prundungan disekolah

Dalam hal ini bupati haji satono S, sos I. MH. sambas berkemajuan berkometmen agar sambas tidak ada lagi ruang untuk pelajar yang korban prundungan atau bulyying d stop dikab sambas budayakan harmonisasi dan jaga adat martabat tanpa kekerasan dalam dunia pendidikan,


Oleh.Ag.Suryadi Korlip Kalbar

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less