Pagu Anggaran Sebesar 3.215 M Sia Sia, Diduga Jalan Hotmix Watu Nggong-Lengko Ajang, Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis. Dan Tidak Memenuhi Standar Kontrak.
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rab, 11 Feb 2026

Berita sidikkasus.co.id
Matim NTT – Pagu Anggaran Sebesar 3.215 Miliyar Sia Sia, Jalan Hotmix Watu Nggong Lengko Ajang, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis Serta Tidak Memenuhi Standar Yang Ditetapkan Dalam Dokumen Kontrak (RAB) Kontrak Kerja.
Proyek jalan hotmix tersebut, merupakan pembangunan jalan hotmix Watu Nggong-Lengko Ajang dan menuju Rumah Sakit Pratama, dengan pagu dana Rp 3.215 miliyar, untuk pekerjaan sepanjang 1,5 kilo meter, dan selaku kontraktor pelaksana oleh CV Mitra Mbepa, pada tahun anggaran 2025.
Beberapa warga yang ditemui tim Sidikkasus.co.id belum lama ini di watu nggong, yang nama mereka tidak disebut mengeluhkan kualitas buruk jalan hotmix, karena terdapat permukaan hotmix tampak kasar berkerikil, agregat batu tidak merata hingga bergelombang.
“Supaya tidak salah pak, bisa cros cek langsung saja, apakah kualitas jalan hotmix ini, baik atau tidak. Secara kasat mata dan logika, kami dapat menilai hotmix ini, layaknya disebut jalan lapen biasa. Hal tersebut bisa dilihat, hasil kerja dari pihak kontraktor pelaksana, tidak mengutamakan kualitas baik, malah menghasilkan permukaan hotmix kasar berkerikil dan bergelombang. Dan hal ini terjadi, diduga disebabkan oleh campuran aspal yang tidak sesuai spesifikasi, serta tidak sesuai standar dalam dokumen RAB kontrak.” ujar Warga penuh kesal.
Padahal biaya pengerjaan proyek ini sangat besar, tetapi hasil kerjanya sangat rendah, sementara anggaran negara miliyaran yang sudah digelontorkan untuk jalan hotmix ini, jadinya sia sia saja, tidak membuahkan hasil yang memuaskan bagi pemanfaat. Hal ini diduga karena lemahnya pengawasan dari konsultan pengawas.” pungkas mereka.
Berdasarkan hasil penelusuran tim Sidikkasus.co.id sesuai informasi warga masyarakat setempat, belum lama ini mengenai jalan hotmix tersebut, dimana hotmix pada ruas jalan menuju rumah sakit pratama, tampak selain kasar kriting, juga pori pori pada permukaan hotmix sangat besar serta agregat batu tidak merata dan diduga dalam proses pemadatan tidak sempurna, seperti yang terdapat sebelum pintu utama rumah sakit.
Selanjutnya penyebab teknis pemadatan tidak sempurna, diduga pihak kontraktor pelaksana menggunakan alat berat (Asphalt Roller) yang tidak maksimal yang menyebabkan bergelombang kriting bahkan sudah mulai kropos dan rusak pada beberapa titik hotmix.
Secara teknis, hotmix seharusnya menghasilkan permukaan yang halus dan kuat, karena merupakan campuran panas agregat dan aspal. Jika hasil akhirnya kasar dan bergelombang, hal tersebut menunjukan adanya kelalaian dalam proses penghamparan atau pemadatan.
Kepala Dinas (Kadis) PUPR Matim, Ferdinandus Mbembok, ST, bersama Pejabat Pembuat Komitmen, yang disebut nama panggilannya, Gon, ketika dihubungi tim Sidikkasus,co.id untuk melakukan konfirmasi melalui WhatsApp miliknya, namun hingga berita ini diterbitkan, belum juga merespon.
Begitu pula, Direktur CV Mitra Mbepa, selaku kontraktor pelaksana, hingga berita ini diterbitkan, belum berhasil dikonfirmasi, lantaran nomor WhatsApp miliknya, serta keberadaan kediamannya tidak diketahui.
( Tim Sidikkasus.co.id Manggarai Raya NTT ).
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar