Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Pengganti Ali Khamenei Sudah Hampir Disepakati oleh Para Dewan Ulama

Pengganti Ali Khamenei Sudah Hampir Disepakati oleh Para Dewan Ulama

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026

Berita sidikkasus.co.id

Iran,  — Badan ulama yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran disebut hampir mencapai kesepakatan terkait sosok pengganti setelah terbunuhnya Ali Khamenei .

Anggota Majelis Ahli, Mohammadmehdi Mirbaqeri, mengatakan panel tersebut pada dasarnya telah mencapai konsistensi mayoritas mengenai kandidat pemimpin baru Iran.

Kantor berita Mehr News Agency mengutip Mirbaqeri yang menyebut masih ada “beberapa tantangan” yang perlu diselesaikan sebelum keputusan akhir diumumkan.

Sehari sebelumnya, seorang ulama senior dalam majelis tersebut menyatakan para anggota akan bertemu “dalam satu hari” untuk menentukan pemimpin baru negara itu.

Dua anggota panel lainnya, yakni Mohsen Heidari Alekasir dan Ahmad Alamolhoda, juga menyatakan majelis telah memilih penerus pemimpin tertinggi.

Alamolhoda menyebut pengumuman resmi akan disampaikan oleh kepala sekretariat majelis, Hashem Hosseini Bushehri.

Media Iran sebagaimana dikutip Reuters, melaporkan sempat muncul perbedaan kecil di antara anggota majelis mengenai apakah keputusan tersebut harus diumumkan melalui pertemuan langsung atau cukup melalui mekanisme tertulis maupun berani.

Dalam sebuah video yang dirilis kantor berita Nournews pada Minggu, Heidari Alekasir menyebut pertemuan langsung sulit dilakukan dalam situasi saat ini.

“Ini situasi luar biasa. Majelis tidak bisa mengadakan sidang pleno,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa menjadikan majelis sebagai sasaran serangan hanya akan menguntungkan musuh Iran dan merugikan revolusi.

Sejak perang meletus pada tanggal 28 Februari, serangan Israel dan Amerika Serikat melaporkan puluhan pejabat serta komandan militer Iran, termasuk Ali Khamenei.

FOTO: 1.332 Warga Iran Tewas Imbas Serangan AS-Israel Sejak 28 Februari

Media Iran juga melaporkan serangan udara menghancurkan sebuah bangunan tambahan milik Majelis Ahli di kota Qom.

Menurut Heidari Alekasir, kandidat yang dipilih memenuhi kriteria yang pernah disampaikan Khamenei sebelum wafat, yakni pemimpin Iran harus menjadi sosok yang “dibenci oleh musuh” daripada dipuji oleh mereka.

“Bahkan ‘Setan Besar’ (Amerika Serikat) pernah menyebut namanya,” kata dia.

Nama Mojtaba Khamenei mengemuka
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai kandidat paling mungkin menggantikan ayahnya.

Namun Trump menilai opsi tersebut tidak dapat diterima dan bahkan menyatakan dirinya ingin terlibat dalam proses pemilihan pemimpin baru Iran.

Mojtaba Khamenei, 56 tahun, dikenal memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam serta menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh di kalangan ulama Iran.

Selama bertahun-tahun, ia disebut sebagai kandidat kuat penerus ayahnya meskipun tidak pernah menduduki jabatan pemerintahan, selain bekerja di kantor Khamenei.

Khamenei sendiri memimpin Iran sejak tahun 1989 setelah sebelumnya menjabat presiden hampir delapan tahun.

Nama Mojtaba juga sempat menjadi sorotan saat gelombang protes melanda Iran pada tahun 2022 setelah kematian seorang perempuan muda dalam tahanan polisi moral terkait pelanggaran aturan berpakaian di Republik Islam tersebut.

(tis/tis)

CNN Indonesia

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less