Kantor Bupati, Kejari Dan DPRD Halsel Digeruduk Ribuan Masa Aksi Soal Banyak Kasus Korupsi Puluhan Miliyar
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sen, 8 Sep 2025

Berita Sidikkasus.co.id
Halsel – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Selatan kembali diguncang aksi unjuk rasa. Senin (8/9/2025), gabungan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung dan Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) menggelar aksi protes menuntut DPRD lebih serius menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah dalam penggunaannya anggaran, dan aparat penegak hukum (APH) atas penanganan kasus tindak pidana korupsi yang semakin marak.
Dalam orasinya, koordinator aksi Bung Ady Hj. Adam menyoroti sejumlah persoalan, terutama polemik pelantikan empat kepala desa yang dinilai cacat prosedural.
Massa menuding DPRD terkesan menutup mata terhadap dugaan penyalahgunaan kewenangan di tingkat desa, termasuk penghinaan terhadap Rakyat melalui postingan Fecbook yang dilakukan oleh Masdar Mansur selalu wakil ketua komisi lll DPRD Halsel, dari partai PDI-P.
Selain itu, Bung Ady Hj. Adam juga menegaskan soal lemahnya penanganan kasus tindak pidana korupsi mulai dana desa, mangkraknya pembangunan Masjid Raya Labuha, yang menelan anggaran ratusan miliyar, penggunaan dana hibah untuk Universitas Nurul Hasan dinilai tidak transparan alias korupsi, kasus BANK BPRS, serta berbagai kasus korupsi lainnya.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan DPRD lebih sibuk dengan urusan politik praktis ketimbang memperjuangkan aspirasi rakyat.
Aksi massa berlangsung di tiga titik strategis sekitar kantor DPRD: pintu masuk, pintu keluar, dan area papan nama. Sebagai bentuk kekecewaan, mereka mencabut baliho papan nama DPRD yang terpasang di gerbang masuk dan gerbang keluar kantor DPRD.
,“Kami sudah tidak percaya lagi kepada DPRD. Mereka tidak berdiri di atas penderitaan rakyat, melainkan sibuk dengan kepentingan politik praktis,” teriak Bung Ady Hj. Adam dalam orasinya.
Menariknya, meski hujan deras mengguyur, massa tetap bertahan hingga Ketua DPRD Hj. Salma Samad, S.P., bersama sejumlah anggota turun langsung menemui mereka. Dalam momen itu, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Halmahera Selatan, Kompol Asis SH, MSI, turut mendampingi Ketua DPRD dan anggota dewan lainnya. Kehadiran unsur pimpinan legislatif bersama aparat kepolisian memperlihatkan bahwa tekanan publik cukup kuat mendorong DPRD keluar dari ruang untuk berdialog dengan pengunjuk rasa.
Di sisi lain, aparat kepolisian tampak siaga mengawal jalannya aksi agar tetap berlangsung aman dan tertib. BARAH dan OKP Cipayung menegaskan, aksi ini bukan sekadar protes, melainkan peringatan keras agar DPRD segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang diangkat, mulai dari pelantikan empat kades, transparansi dana hibah pendidikan, hingga kepastian pembangunan Masjid Raya.
Sementara itu, Ketua DPRD Hj. Salma Samad, S.P., di bawah guyuran hujan tetap menyampaikan apresiasi kepada para peserta aksi. Ia menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk menindaklanjuti setiap persoalan yang disuarakan masyarakat.
,“Kami mengapresiasi semangat teman-teman yang hadir di sini. Persoalan-persoalan yang disampaikan akan kami tindaklanjuti dengan serius,” ujar Ketua DPRD.
(Kandi/Reporter)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar