Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Gerakan Best-Tampan Dorong Petani Sambas Tingkatkan Pengendalian OPT pada Tanaman Padi

Gerakan Best-Tampan Dorong Petani Sambas Tingkatkan Pengendalian OPT pada Tanaman Padi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 25 Agu 2025

Berita sidikkasus.xo.id

Sambas – Pemerintah Kabupaten Sambas melalui program Best-Tampan (Benih, Semai, Olah Lahan, Tanam dan Panen) kini semakin menekankan pentingnya
pengamatan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dalam
budidaya padi.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian serta mendukung visi Bupati Sambas dalam mewujudkan petani yang lebih sejahtera. Organisme Pengganggu Tanaman OPT) seperti hama wereng, penggerek batang, dan penyakit blas kerap menjadi ancaman serius bagi tanaman padi.

“Apabila OPT tidak dikendalikan secara dini, serangan OPT dapat menurunkan hasil panen hingga 40 persen” ujar Anita selaku Koordinator POPT Kabupaten Sambas. “Melalui Best-Tampan,

Petani tidak hanya diajarkan cara menanam dan merawat padi, tetapi juga bagaimana melakukan pengamatan rutin OPT di sawah mereka. Dengan begitu, deteksi dini bisa dilakukan dan langkah pengendalian tepat dapat
segera diambil,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan
Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas.

Dalam implementasinya, para Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman
mendampingi petani untuk mengenali jenis OPT, memantau populasi, hingga
memilih metode pengendalian ramah lingkungan.

Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) juga diperkuat, yakni mengedepankan penggunaan musuh alami, varietas tahan penyakit, serta rotasi tanaman sebelum menggunakan pestisida kimia.

Sejumlah kelompok tani di Kecamatan Tebas telah merasakan manfaatnya. Mereka melaporkan serangan hama wereng dapat ditekan hingga 60 persen berkat
pengamatan rutin dan penerapan PHT yang terintegrasi.

“Dulu kami sering terlambat tahu kalau sawah sudah diserang hama. Sekarang, setiap minggu ada pengamatan bersama penyuluh, jadi kalau ada tanda-tanda
serangan bisa cepat ditangani. Hasil panen pun lebih terjaga,” ungkap Moanah, salah seorang petani di Sambas.

Program ini juga sejalan dengan misi Bupati Sambas untuk meningkatkan
ketahanan pangan daerah. Dengan produktivitas padi yang stabil, kesejahteraan petani semakin terjamin, sekaligus memperkokoh Sambas sebagai lumbung pangan di Kalimantan Barat.


Oleh Ag Suryadi Korlip Kalbar

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less