Berita Sidikkasus.co.id
TALIABU – Warga Masyarakat Kembali mengeluhkan tentang tersendatnya pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ibukota Bobong Kabupaten Pulau Taliabu ( Pul-Tab), Provinsi Maluku Utara.
Air merupakan sumber kehidupan sehari-hari karena setiap mahluk hidup sangat membutuhkan sehingga pemerintah daerah harus memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat, tapi sampai saat ini masyarakat belum menikmati normalnya air bersih yang mana tidak terlepas dari tanggungjawab pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
apalagi mengangkat para pejabat untuk menduduki jabatan strategis yang tidak memiliki kompetensi sesuai bidangnya, maka hancurlah negeri ini dan rakyat sebagai tumbal dalam menanti pelayanan yang disediakan oleh pemerintah daerah bahkan ketika ada sorotan dari rakyat mereka hanya berdalih degan berbagai macam alasan yang selalu bersembunyi dibalik logika-logika pembenaran subjektif karena ketidakmampuan mereka.
ketika kita cermati kondisi sekarang untuk memenuhi kebutuhan dasar saja pemerintah tidak sanggup menyediakan, bagimana mau bicara tentang hal-hal lainnya.
Pantauan media ini, air bersih mulai tidak lancar selama lebih dari sepekan terakhir ini ( Mati Total).
Menurut warga Masyarakat, pasokan air yang masuk ke kawasan rumahnya sepekan terakhir ini mati total.
Ia mengungkapkan, jika dilihat pekan-pekan sebelumnya aliran air juga memang tidak cukup lancar.
“Sudah seminggu lewat air tidak lancar, dua hari inilah air mati total, sebelumnya pun memang air tak lancar ,” ujar Hayati dan beberapa warga saat ditemui media, Senin (28/9/2020).
Hayati mengaku, menurut sepengetahuannya memang hampir di seluruh Warga masyarakat ibukota Bobong air tidak mengalir lancar setiap harinya.
Ia mengatakan, dalam satu minggu air hanya mengalir dua atau tiga hari saja. Tak hanya itu, debit air yang mengalir juga dapat dikatakan tidak terlampau deras.
“Ada juga kawan saya tetangga lainnya dia bilang beberapa hari ini, kami dikos-kosan juga susah mendapatkan air minum terpaksa ambil air di sumur dengan jarak berkisar 200 meter untuk mendapatkan air minum dan mandi ,” ungkapnya.
ia mengaku, akibat dari kembali mandeknya air di perumahannya dirinya sangat kesusahan untuk urusan kamar mandi. Tak hanya untuk mencuci, maupun masak, bahkan untuk sekadar membersihkan diri saja mereka merasa kewalahan.
Akibat tak ada pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) ibukota ini, ia terpaksa membeli air setiap hari dari pedagang air Gelongnya ,” ucapnya.
Berita ini dilayangkan, Dirut Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Ibukota Bobong Kabupaten Pulau Taliabu “Suwandi Sabila” saat dihubungi telpon 081245XXXXXX tapi tidak aktif. (Jak)
Komentar