Sekda Sintang Terus Semangati OPD Tambah PAD, Hingga Juni 2025 Sudah Tercapai 47 Persen
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sen, 11 Agu 2025

Berita sidikkasus.co.id
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, membuka dan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola penerimaan Kabupaten Sintang di Aula Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sintang, Kamis, 7 Agustus 2025.
Hadir pada FGD tersebut antara lain Kepala Bappenda Selimin, Kepala DPMPTSP Erwin Simanjuntak, serta perwakilan OPD di lingkungan Pemkab Sintang yang mengelola penerimaan daerah.
Kartiyus menyampaikan bahwa dana transfer dari pemerintah pusat terus mengalami penurunan, sehingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sangat penting.
“Mendagri menuntut daerah mulai 2026, belanja pegawai wajib maksimal 30 persen, sementara Sintang pada 2025 ini sudah 42 persen. Belanja pembangunan wajib maksimal 45 persen, sementara di Sintang di angka 19 persen. Sebuah daerah dikatakan mandiri jika PAD-nya minimal 20 persen dari APBD, sementara Sintang baru 5 persen PAD-nya dari jumlah APBD,” terang Kartiyus.
“Maka, saya terus mendorong 14 OPD yang menghasilkan PAD ini untuk semangat mencari sumber PAD lain dan memaksimalkan sumber yang sudah ada. Per Juni 2025, realisasi PAD kita baru di angka Rp100,7 miliar atau 47 persen. Target kita tahun 2025 ini adalah Rp211 miliar. Semoga, dengan sisa enam bulan, bisa tercapai 95 persen. Sintang juga masih aman dari utang, sementara ada daerah lain yang masih memiliki utang,” tambah Kartiyus.
“Diskusi hari ini dalam rangka mengevaluasi dan mengetahui hambatan yang dialami oleh OPD untuk kemudian kita atasi. Kita saling mengingatkan juga,” ujar Kartiyus.
Kepala Bappenda Kabupaten Sintang, Selimin, menjelaskan bahwa ada satu OPD yang sudah melebihi target, tiga OPD dengan capaian PAD yang sudah baik, namun ada juga OPD yang masih jauh dari target.
“DPMPTSP sudah tercapai 329 persen karena target mereka Rp550 juta, tetapi hingga Juni sudah terealisasi Rp1,8 miliar. Dinkes sudah mencapai 48 persen, dengan nilai Rp14,4 miliar dari target mereka yakni Rp29,5 miliar. RSUD AM Djoen sudah mencapai 62 persen atau dengan nilai Rp43,6 miliar dari target mereka sebesar Rp70 miliar. Disdukcapil sudah mencapai 40 persen atau senilai Rp240 juta dari target mereka Rp600 juta,” terang Selimin.
“Kami juga terus mendorong OPD untuk menghindari pembayaran pajak dan retribusi secara tunai. Kita harus memperluas pembayaran pajak dan retribusi secara non-tunai,” tambah Selimin.
Di akhir FGD, Sekda Sintang menyerahkan bingkisan hadiah kepada tiga OPD yang capaian PAD-nya tinggi, yakni DPMPTSP, RSUD AM Djoen, dan Dinas Kesehatan.
Pewarta Kepala Perwakilan Media sidikkasus.co.id Kalbar
(A. Rezaly S)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar