oleh

Proyek Pembangunan RTH Balung Tutul dengan Biaya Hampir Setengah Miliar Ambruk

Berita: sidik kasus.co.id

JEMBER, — Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari Dana Desa (DD) untuk pekerjaan fisik tiang Baja ringan jaring pembatas lapangan olah raga Desa Balung Tutul, Kecamatan Balung, Jember tahun anggaran 2021 roboh, pada Jum’at 22-04-2022. Tim Inafis dan Tipiter Polres Jember langsung turun ke Lokasi guna melakukan penyelidikan, Jember, pada hari Sabtu, (23/04/2022).

Pekerjaan pembangunan RTH yang tergolong masih seumur jagung tersebut dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (PK) Desa setempat dengan biaya hampir setengah miliar saat ini masih ditangani oleh pihak berwajib. Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa.

Salah satu warga setempat Endang, mengatakan bahwa kejadian robohnya Tiang pagar tersebut di saat kondisi hujan disertai angin kencang sekitar pukul 16.30 WIB (sore hari).

” Untungnya waktu kejadian tidak ada korban, biasanya lokasi tersebut dibuat tempat bermain anak-anak mas,” ucap endang kepada awak media.

Endang sangat menyayangkan dengan kualitas bangunan tersebut yang mana belum satu bulan ini diresmikan oleh kepala desa sudah roboh.

Endang, berharap kepada dinas terkait untuk segera turun kelokasi, melihat kondisi yang terjadi disini dan mengaudit pekerjaan fisik tersebut agar tidak menimbulkan korban.

Hal senada juga disampaikan Heri warga sekitar lokasi, bahwa dirinya sangat prihatin dengan kejadian robohnya bangunan di RTH di desanya, pasalnya baru beberapa minggu diresmikan sudah roboh.

” Kalau kena angin puting beliung mungkin masih maklum, padahal ini hujan angin biasa dan sebentar ,” katanya dengan nada sedikit heran.

Dirinya menduga bahwa pekerjaan tersebut tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan material yang digunakan ada dugaan tidak sesuai RAB sebagai acuannya.

” Kami berharap pihak kepolisian dan terkait untuk mengaudit proyek RTH di desa Balung Tutul yang bersumber dari Dana Desa. anggaran fantastis Rp479.510.000 kalau roboh seperti ini pastinya sangat merugikan masyarakat.”pintanya Heri.

Sementara sekretaris desa balung tutul zainul arifin, membantah dugaan tersebut dia menegaskan bahwa semua sudah sesuai dengan RAB.

” Kejadian ini merupakan faktor alam bukan kesalahan dari kontruksi bangunan maupun material pipanya sudah 3 dim sesuai standart. Kami bertanggungjawab besok pagi akan diperbaiki,” tegasnya Zainul Arifin.

Untuk memenuhi Cover Both Side pemberitaan.

Sementara Kasat Reskrim polres Jember saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp selulernya belum ada jawaban.

Reporter: Herman

Komentar

News Feed