Pemkab Kediri Gelar Doa Bersama, Bupati Prihatin : Pelaku Penjarahan Libatkan Anak-Anak, Kerugian Mencapai 500 Miliar
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sen, 1 Sep 2025

Berita Sidikkasus.co.id
KEDIRI – Senin, 1 September 2025. Pasca kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan yang menimpa sejumlah fasilitas Pemerintah Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8/2025), Pemkab Kediri menggelar doa lintas agama sebagai langkah pemulihan situasi. Acara ini diikuti tokoh agama, Forkopimda, TNI-Polri, FKUB, komunitas ojek online, hingga masyarakat umum.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), menyampaikan keprihatinan mendalam karena sebagian pelaku penjarahan ternyata masih berusia anak-anak.
“Sungguh memprihatinkan, kejadian ini justru melibatkan anak-anak. Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang, dan para orang tua ikut berperan dalam pengawasan,” ungkap Mas Dhito.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengimbau agar masyarakat yang masih menyimpan barang hasil penjarahan segera mengembalikannya kepada pihak berwenang. Ia menegaskan bahwa kesadaran bersama sangat dibutuhkan demi menjaga stabilitas sosial.
Tak hanya itu, Pemkab Kediri bersama ITS juga tengah menghitung kerugian akibat kerusakan aset yang ditaksir mencapai Rp 500 miliar. Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan normal di tengah proses pemulihan.
Selain doa bersama, Pemkab Kediri juga memperkenalkan aturan jam malam khusus bagi pelajar. Mulai sekarang, pelajar diminta sudah berada di rumah paling lambat pukul 21.00 WIB. Kebijakan ini disusun melalui koordinasi dengan Kapolres, Dandim, dan Danramil, demi memastikan keamanan generasi muda serta mencegah terulangnya aksi serupa.
Momen doa bersama ini menjadi pengingat penting bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Mari jaga anak-anak kita, kawal generasi muda, dan ciptakan Kediri yang damai serta kondusif. (yns)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar