Parah, Tukang Pengunjal Minyak Menggunakan Kendaraan Sepeda Motor Ber tangki Besar dan Mobil di SPBU Tais Kabupaten Seluma Semakin Menjamur
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kam, 4 Sep 2025

Berita sidikkasus.co.id
Seluma, – Dengan semakin menjamur nya tukang pengunjal minyak ,yang menggunakan kendaraan motor bertengki besar dan mobil mengakibat kan keresahan masyarakat dan berakibat macet dalam berlalu lintas. Kamis ( 4.9.2025 ).
Nurman warga Tais menerangkan saat di konfirmasi awak media online sidikkasus.co.id., iya begini lah waktu siang ataupun malam hari keadaan dan suasana di area spbu tais selalu antri panjang bagi kendaraan yang mau mengisi minyak ,
Ini semua di sebab kan oleh ratusan kendaraan pengunjal minyak yang habis mengisi lalu mereka bongkar lalu ngantri lagi dan begitu terus ulah nya sampai minyak di spbu ini habis,
Motor bertengki besar dan mobil. Pengunjal seakan di prioritaskan oleh pegawai spbu nya di duga dalam pengisian satu unit motor memberikan fee Rp 5000 yang isinya full kurang lebih 18 lliter sedang mobil di duga bayar fee 10.000-20.000 isi teng mobil full menggunakan 2-3 barcode mobil lain per mobil
Sedangkan bagi pengendara umum bukan pengunjal minyak kendaraan sepeda motor pengisian nya di batasi hanya paling banyak 5 liter minyak jenis pertalite
sedang kan mobil pengisian minyak hanya 20 – 25 liter Tanpa di pungut fee Terang nya
Nabila seorang siswi SMP yang ikut mengantri mengelukan, saat pulang dari sekolah masih berpakaian seragam menggunakan sepeda motor metik langsung mengantri untuk membeli minyak di spbu tais sambil menahan lapar dan kepanasan ikut antri selama 2 lebih akibat di depanya banyak motor pengunjal minyak yang bertengki besar. Keluh nya
Masyarakat berharap dan memohon kepada pihak yg berwajib ( APH) polres seluma dan kapolda bkl agar segera menangkap / menertibkan para pengunjal minyak ini yang sudah sangat meresahkan masyarakat dan pengguna jalan umum yang sering terjadi kemacetan akibat antrian panjang di area spbu tais. Kab seluma.
Reporter : Robi maryono
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar