Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Material Rehabilitasi SDI Galong Yang Dikelola Oleh Kepsek Diduga Memasang Besi Bekas Berukuran 8 Dan 10 Milimeter Serta Pengecoran Tidak Memakai Batu Split.

Material Rehabilitasi SDI Galong Yang Dikelola Oleh Kepsek Diduga Memasang Besi Bekas Berukuran 8 Dan 10 Milimeter Serta Pengecoran Tidak Memakai Batu Split.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 30 Nov 2025

Berita Sidikkasus.co.id

Matim NTT – Material Proyek Rehabilitasi Tiga Ruangan Kelas (TRK) SDI Galong, Desa Watu Pari, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikelola oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SDI Galong diduga memasang besi bekas berukuran 8 dan 10 milimeter serta pengecoran tidak memakai batu split.

Dilansir berita Detiknet.id dan hasil penelusuran tim Sidikkasus Jum’at 28/11/2025, sejumlah pekerjaan di lokasi pembangunan, baik MCK sekolah, maupun rehabilitasi tiga ruangan kelas tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Salah satunya pada bagian pengecoran tiang beton tidak ditemukan penggunaan batu split sesuai dokumen rencana kerja. Selain itu besi beton yang digunakan tidak memenuhi standar SNI, para pekerja justru memakai besi berukuran 10 milimeter serta ring balok teras ditemukan penggunaan besi beton berukuran 8 milimeter dan sebagian material merupakan besi bekas dari bangunan lama.

Sementara dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek material yang digunakan adalah besi beton berukuran 12 milimeter serta pengecoran menggunakan batu split.

Beberapa warga setempat saat ditemui tim Sidikkasus di galong yang nama mereka enggan disebut Kamis 27/11/2025 mengaku, sangat kecewa dengan pekerjaan proyek bangunan ruang kelas sekolah itu, bukannya menggunakan besi 12 milimeter sesuai standar, malah menggunakan besi berukuran 8 dan 10 milimeter bahkan memasang kembali besi bekas gedung lama.

“Iya pak, kami selaku warga masyarakat sebagai pemilik sekolah sangat kecewa dengan pihak pengelola proyek. Kami menilai pihak pengelola proyek rehabilitasi tiga ruangan sekolah SDI Galong ini, sengaja memasang besi bekas dari bangunan lama serta menggunakan besi berukuran 8 dan 10 demi mengerok untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dan ini jelas jelas tidak mengutamakan mutu dan kualitas baik bangunan, justru mengutamakan sisa uang belanja material masuk saku pribadi pihak pengelola proyek.” duga warga.

Warga masyarakat mengharapkan pihak berwajib supaya segera turun tangan bertindak tegas sesuai UU yang berlaku terkait penyimpangan uang negara.” harap warga.

Kepala Sekolah SDI Galong, Kecamatan Kota Komba Utara, Sebastianus Tanggang, hingga berita ini ditayangkan, belum berhasil dikonfirmasi, lantaran saat hendak ditemui tim Sidikkasus di ruang kerjanya di SDI Galong tidak berada ditempat, serta melalui pesan chatan WhatsApp miliknya belum juga merespon. Berita bersambung…..(tim sidikkasus biro manggarai raya ntt)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less