KOTA PROBOLINGGO MULAI MENYALURKAN BANTUAN TAHAP II DAMPAK COVID 19

Berita Sidikkasus.co.id

PROBOLINGGO – Kamis (25/6), Pemerintah Kota Probolinggo mulai menyalurkan sembako bagi masyarakat terdampak COVID 19 tahap II melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) di lima kelurahan. Setelah melalui verifikasi, jumlah penerima JPS tahap II berkurang hingga 3.765 orang.

Diketahui, pada tahap I (bulan Mei) JPS berupa beras 5 kg; mie instant 20 bungkus dan gula 1 kg atau minyak 1 liter disalurkan kepada 40.458 penerima di lima kecamatan. Sedangkan tahap II berupa beras 15 kg disalurkan kepada 36.693 penerima. Jenis bantuan pun dirubah sesuai aspirasi dari masyarakat.

“Jumlah antara tahap I dan II memang berbeda, cenderung berkurang karena dilakukan verifikasi ulang data penerima agar tidak ganda dengan bantuan dari pusat dan juga Provinsi Jawa Timur,” ujar Kepala Dinas Sosial dan PPA, Zainullah.

Pada penyaluran perdana tahap II ini, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri bersama Kepala Dinsos dan PPA Zainullah memantau penyaluran ke beberapa kelurahan. Ada lima kelurahan yang menyalurkan sembako di hari yang sama (25/6) yaitu Kelurahan Wonoasih; Jrebeng Lor; Kebonsari Wetan; Tisnonegaran dan Kedung Galeng.

Di Kelurahan Wonoasih, dilaporkan penerima JPS sebanyak 597 sedangkan jumlah sebelumnya sekitar 700 penerima. Di Jrebeng Lor saat tahap I 1.520 menurun menjadi 1.163 pada tahap II. Untuk Kebonsari Wetan dari 1.061 menjadi 674, sementara itu di Tisnonegaran dari 782 penerima menjadi 612.

Selama penyaluran bantuan, semua warga menerapkan protokol kesehatan COVID 19. Mereka wajib memakai masker, mencuci tangan, diukur suhu badan dan menjaga jarak antara satu dengan yang lain. Pihak kelurahan pun mengatur jadwal kedatangan warga agar tidak terjadi penumpukan.

Saat bertemu dengan warga, Wawali Subri menyampaikan beberapa hal, antara lain masyarakat diminta tidak menjual beras bantuan. Pasalnya, pihak TNI-Polri dan masyarakat akan ikut mengawasi pembagian tersebut. “Semua akan ikut mengawasi takut ada yang dibantu tapi tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” katanya.

Wawali menegaskan, wujudkan rasa syukur atas bantuan pemerintah dengan memerangi COVID 19 di Kota Probolinggo supaya tidak bertambah meningkat. Masyarakat harus punya kesadaran bersama pemerintah memutus mata rantai COVID 19.

“Ayo memakai masker karena obatnya belum ditemukan. Obatnya itu ya disiplin. Pemerintah sekarang masih sabar, tapi selanjutnya kalau tidak patuh akan ada tindakan tegas. Ke depan yang tidak pakai (masker) akan dipegang TNI, Polri, Satpol PP. Jangan meremehkan, musuhnya ini (COVID 19) tidak kelihatan,” ujar Subri.

Yang menarik, saat di Kelurahan Tisnonegaran, Wawali Subri sempat bertanya apakah warga mau menerima bantuan dampak COVID 19. Sontak banyak warga yang menjawab tidak mau. “Tidak, Pak. Tidak mau dibantu terus, pengen segera normal,” sahut sejumlah warga.

“Ya, bantuan ini ada karena COVID 19. Betul itu, buat apa dibantu kalau tidak bisa hidup normal?,” jawaby Subri. Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat untuk mematuhi aturan protokol kesehatan pemerintah dan berdoa agar wabah ini segera berakhir.  (Yuli)

Komentar