oleh

Ketua LSM Forum 5 Maret Perkembangan Situasi Dan Kondisi Masyarakat Sangat Memprihatikan

Berita sidikkasus.co.id

BANYUWANGI – Babak belurnya kondisi perekonomian masyarakat sejak dihantam gelombang Pandemi Covid-19, mengharuskan pemerintah untuk sigap menghadang dan mengantisipasi dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Masyarakat seolah baru saja melihat secercah harapan, dengan menurunnya pandemi covid-19, perlahan bangkit walau harus tertatih tatih. Masyarakat kembali bergeliat untuk dapat kembali memulihkan roda perekonomiannya. Jargon-jargon penyemangat kembali didengungkan untuk tidak patah arang, karena memang kehidupan harus terus berjalan.

Belumlah tuntas kebangkitan, tiba-tiba saja masyarakat harus dikejutkan dengan langkanya beberapa barang kebutuhan pokok, hanya menatap nanar dan mengelus dada, Bahan Bakar Minyak sudah harus merangkak naik. Berteriak sudah hilang tenaganya, tetap tegar berjalan walau harus tertatih, yang bisa dilakukan, Jumat ( 8/04/2022 )

Lembaga Swadaya Masyarakat Forum 5 Maret (LSM FORMAT) melihat perkembangan situasi dan kondisi masyarakat, menjadi sangat prihatin. Dalam situasi yang seperti ini, tidaklah cukup jargon-jargon penyemangat dilemparkan di tengah masyarakat. Belanja pemerintah khususnya di Kabupaten Banyuwangi harus segera digelontorkan, untuk dapat mendorong peredaran uang dan pergerakan perekonomian masyarakat.

Hamba Allah: Di tempat yang berbeda Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono ketika dihubungi melalui telepon selulernya, menyampaikan, “Bahwa tahap perencanaan Kabupaten Banyuwangi sudah selesai, sedangkan untuk pelaksanaan belanja pemerintah daerah tidak ada masalah, gaji cair, Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) juga cair, belanja kantor jalan, belanja listrik air terbayarkan, tidak ada yang terlambat, “ ungkap Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.yang biasa dipanggil para koleganya dengan nama Yayan itu.

Lebih lanjut,“Bahkan menurut informasi dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyuwangi, capaian Pendapatan Asli Daerah lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Sedangkan untuk pekerjaan infrastruktur, tergantung masing-masing Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) masing-masing,” pungkas Yayan menambahkan.

Tiga pilar utama dalam koridor Banyuwangi Rebound yang meliputi tangguh pandemi, pulihkan ekonomi dan merajut harmoni. Haruslah terus dikawal tidak hanya berhenti dalam gaung jargon semata. Dua pondasi penopang yaitu pelayanan publik yang ekselen dan partisipasi aktif publik, harus mampu dijadikan dua mata pedang yang akan mampu menebas segala penghalang dalam mewujudkan masyarakat Banyuwangi yang kembali bergairah dan sejahtera.( Joen Tiem SDK )

Komentar

News Feed