JANJI HERMAN DERU MENJADI HARAPAN PETANI KARET

MUARA ENIM  – JKN.

Beberapa petani di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan mengeluhkan harga jual karet yang dari Rp belum stabil.yang kini masih harga Rp6.200 per kilogram.

“Harga getah karet sebelumnya 6 bulan yang lalu Rp6.500 per kilogram (Kg) turun menjadi Rp6.200 per Kg untuk getah Mingguan ,” kata Fedrix, petani asal Desa Kepur Kabupaten Muara Enim Dialog dengan awak media ,Selasa (22/01/19).

Menurut dia, sejak sepekan terakhir nilai jual getah karet mingguan ke pihak pengepul mengalami penurunan harga Rp300 per Kg, sehingga membuat sejumlah petani mengeluh karena penghasilan yang diperoleh dari menyadap tidak mencukupi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah dapat menaikan harga karet,” kata Fedrix petani karet asal Desa Kepur Kecamatan Muaraenim ini

Fedrix mengatakan, turunnya harga komoditas itu hampir bersamaan dengan perubahan cuaca musim penghujan seperti sekarang ini, dimana terjadi peningkatan jumlah produksi getah karet dan juga kualitas getah karet.

Ia mengemukakan, saat musim penghujan menjadi berkah bagi petani karet karena produksi getah yang diperoleh cukup banyak rata-rata mencapai 70 Kg dari hasil menyadap kebun seluas satu hektare yang dikumpulkan selama 10 hari.

“Kalau musim hujan bisa sekitar 90 Kg yang saya kumpulkan dari hasil menyadap setiap hari atau selama 10 hari. Sedangkan saat kemarau hasil sadapan getah sangat sedikit hanya kisaran 40 Kg terkumpul dalam waktu yang sama,” katanya.

Hal ini juga di Keluhkan juga Derajat Kurniawan ST warga Desa Panang Jaya kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim Sumatra Selatan Salah satu petani karet dan Juga Tokoh pemudah Muaraenim.

Menurut Derajat dia mengatakan, hemat pendapat saya…,janji kampanye memang lah sebuah janji, tapi harus ditindak lanjuti dan jagan jadi sebuah angan-angan kosong bagi pemerintahan untuk menciptakan Lapangan kerja dan juga pabrik BAN.

masih dikatakan Derajat,”saya seorang petani karet ..sangat antusias dengan janji Herman deru tentang pembuatan pabrik karet.istilah zaman sekarang hulu dan hilir, memang negara kita ini dari dulu salah dalam pengelolaan dan pengembangan serta perdagangan hasil bumi juga kebijakansanan eksekutif dan legislatif tentang perundangan dalam hal ekspor maupun impor…itulah celah yang dimanfaatkan oleh broker-broker istilah keren tengkulak memanfaatkan pejabat pengambil keputusan,”Keluhanya

“dikatakan Derajat kurniwan ST Sebagai saran saya kita negara berdaulat kita undang negara – negara bangsa konsumen diandakan tender harga karet serta barang jadi.dengan ini saya pribadi sebagai petani mengharapkan janji politik Herman deru.

“Harpan saya juga petani karet yang lain untuk merealisasikan cara pengolahan dan pembuatan pabrik karet di daerah sentral penghasil tuk kemakmuran rakyat kita Sumsel…mohon kiranya bapak Herman deru merealisasikan janjinya*** (Ags)

 

publisher: Teddy

Komentar