Diduga Pukuli Murid hingga luka, seorang Guru di SMA N 1 LEDE di laporkan ke Polisi

Berita sidikkasus.co.id

Taliabu – Seorang oknum Guru SMA Negeri 1 Lede inisial (J) di Kecamatan lede Kabupaten Pulau Taliabu, dilaporkan ke kantor Polsek setempat. Ia dilaporkan terkait dugaan penganiayaan terhadap siswanya sendiri atas nama Adam saidirabba (18) dengan mengalami luka sobekan di bagian wajah.

Nursiah (Orang tua korban) kepada media ini melalui via telpon, selasa (11/2/2020) malam ini, mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan oknum guru tersebut kepada Polsek Talbar dan juga telah mengadukan kepada UPTD Cabang dinas pendidikan pulau Taliabu.

“Tadi saya sudah laporkan oknum guru tersebut ke Polsek talbar dan UPTD Cabang dinas pendidikan Pulau Taliabu. Ungkapnya.

Nursiah menjelaskan anak saya di pukuli itu, karena terlambat, meski sebenarnya tidak terlambat, tapi karena guru itu masuk lebih awal, akhirnya pagar pintu masuk sekolah di kunci oleh oknum guru (J) tersebut, sehingga anak saya dan beberapa temannya tetap berada di luar pagar hingga temannya yang lain sudah apel, anak saya dan temannya tetap tak bisa di ijinkan masuk dan mengikuti apel.

Masih Nursiah, Sesudah apel, murid yang lainnya setelah di kasih masuk ke ruangan, pak guru itu keluar menyambangi anak murid yang terlambat dengan cara mengejar menggunakan kayu (anak pagar), melihat itu temannya anak saya lari karena takut mau di pukuli. Sementara Adam tetap berdiam diri karena dirinya berpikir guru tersebut tak akan memukulinya. Saat guru itu sudah mendekat ke Adam, sontak langsung dipukuli oleh guru itu tepat mengenai jidat si Adam dan mengalami luka sobekan.

Setelah pulang dari sekolah, dirinya sudah melihat Adam sudah menglami luka di jidat, dan langsung menayakan kenapa jidatmu luka itu, Adam langsung menjawab saya di pukuli oleh pak guru (J), sembari mengatakan saya sudah tidak mau sekolah disitu, kasi pindah saya sudah ibu dari sekolah itu. Ungakap Nursiah sembari menirukan bahasa anaknya.

Atas penganiyaan ini, Nursiah berharap kepada pihak kepolisian agar memproses masalah ini hingga si pelaku mendapatkan efek jerah dari perlakuannya.

Ia juga mengatakan, kejadian semacam ini, sudah berulang kali di lakukan oleh guru tersebut, namun tak pernah di proses ke ranah hukum akibat di selesaikan secara kekeluargaan.

Dirinya juga berharap kepada dinas Propinsi Maluku utara agar menidak tegas guru yang telah menganiaya anaknya, sebab menurutnya anaknya di sekolahkan untuk menimba ilmu bukan untuk di aniaya semacam ini.

Secara terpisah oknum (J) guru tersebut ketika di konfirmasi terkait penganiaayaan anak muridnya tersebut mengatakan luka sobekan di kepala korban bukan karena di pukul memakai (anak pagar), tapi tersentuh oleh jam tangan miliknya saat korban melakukan perlawanan kepadanya.

” ia protes karena saya kunci pagar pintu pada pukul 07.30 menit sesuai jam kantor, sementara jam yang si Adam itu pakai masih pukul 07.28. Jadi saya bilang ke adam itu kalau memang protes, mari kita ke kantor atas untuk utus perwakilan baru kita bicarakan di kantor.

Kemudian karena dia melawan saya pukul memakai bambu, (bukan anak pagar seperti yang di katakan orang tua korban), lalu dia tangkis dengan tangannya, tak terima saya memukulnya dia langsung melempar topi yang ia pakai ke saya, saya pun balas memukulnya dengan tangan kiri saya, karena dia maju terus ka arah saya langsung terkena jam tangan yang saya pakai mengenai wajahnya.

Oknum (J) guru tersebut mengatakan, kalau kita tidak seperti itu kan anak murid tidak akan menganggap kita.”tandasnya.

Ia juga membahkan kalau dirinya hingga sampai di laporkan ke polsek karena korban tersebut juga mau balas dendam, sebab korban itu adalah mantan keluarganya.

“anak itu kakaknya kawin dengan adik saya, tapi so baku pisah, jadi kakaknya atau orang tuanya mungkin mau balas dendam, jadi saya sampe di laporkan ke polsek.”tutupnya.(Ari)

Komentar