Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Diduga Proyek Lapen Siluman Dana Desa Tengku Lawar Lamba Leda Kini Mangkrak

Diduga Proyek Lapen Siluman Dana Desa Tengku Lawar Lamba Leda Kini Mangkrak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025

Berita Sidikkasus.co.id

Tengku Lawar Lamba Leda Matim NTT. –
Diduga Proyek Lapisan Penetrasi (Lapen) Siluman Tanpa Memasang Papan Informasi, Di Desa Tengku Lawar, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Mangkrak.

Proyek pembangunan lapen tersebut memantik keresahan warga desa Tengku lawar, sebab selain siluman tanpa memasang papan informasi, juga proyek yang menjadi harapan warga masyarakat pemanfaat tersebut justru mandek hingga akhir tahun 2025 ini, belum kunjung dikerjakan.

Proyek siluman dan mangkrak tersebut, merupakan proyek dana desa (DD) tengku lawar, kecamatan lamba leda anggaran tahun 2025. Dan dugaan siluman serta mangkraknya proyek lapen itu, dikarenakan sejak perancangan awal proyek, tidak terlihat memasang papan informasi sesuai ketentuan peraturan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008. Begitu pula dengan dugaan mangkraknya proyek lapen, karena sejak bulan Juli doping material hingga akhir bulan Desember 2025 ini, belum juga dikerjakan.

Beberapa warga masyarakat tengku lawar, saat ditemui tim Sidikkasus, yang nama mereka tidak sebut Jum’at 19/12/2025 mengungkapkan rasa kekecewaan mereka serta menyoroti proyek pembangunan lapen tersebut, karena hingga akhir bulan Desember 2025 ini belum juga dikerjakan.

“Kami selaku warga masyarakat pengguna ruas jalan sangat kecewa pak. Selain kecewa dengan tertutupnya informasi, sehingga kami tidak dapat mengetahui berapa pagu dananya, berapa lama jangka waktunya, kami selaku warga sangat kecewa dengan tidak dikerjakannya pembangunan lapen di desa tengku lawar hingga akhir bulan Desember 2025 ini.” kecewa Warga.

Lanjut mereka (Warga-red), kami juga sangat menyesal dengan material seperti batu kerikil, pasir split, yang tertumpuk di lokasi proyek, selain sudah bertumbuh rumput lebat, sebagian material juga sudah terkikis longsor air hujan dan sebagian sudah bercampur tanah.” kesal mereka.

Tambah mereka, patut dipertanyakan proyek pembangunan lapen yang diduga siluman karena tak memasang papan informasi serta mangkrak yang dibiayai dana desa kepada pemerintah desa (Pemdes) tengku lawar, Pertama, apa alasannya sehingga proyek pembangunan lapen tahun 2025 desa Tengku lawar tidak dikerjakan?. Kedua siapa yang bertanggung jawab proyek yang diduga mangkrak dan siluman di desa tengku lawar?. Ketiga, berapa besar pagu dana dan jangka waktunya proyek tersebut?.” tanya warga.

Sorotan tajam warga tengku lawar bukan tanpa dasar sesuai UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, secara tegas mengatur bahwa Dana Desa digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat. Dan UU Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara, menegaskan bahwa setiap Pengelolaan Keuangan Negara termasuk Dana Desa, wajib dipertanggungjawabkan dan digunakan secara efektif, efisien serta transparan. Maka jika proyek tanpa papan informasi serta tidak tuntas, bisa masuk kategori kelalaian atau penyalahgunaan anggaran serta proyek siluman yang berimplikasi hukum.

Pantauan tim Sidikkasus Jum’at 19/12/2025 di lokasi proyek memang tampak terdapat material seperti drum aspal, batu kerikil, pasir split bertumpukan pada sisi kiri kanan ruas jalan dan terlihat sebagian material sudah bertumbuh rumput lebat. Selain itu sebagian material kerikil apalagi pasir split, tampak terlihat terkikis terbawah longsor air hujan yang berserakan bercampur tanah.

Upaya tim Sidikkasus, selain mendatangi di kediamannya di kampung Rawang Tengku Lawar Jum’at 19/12/2025, guna mengkonfirmasi kebenaran dugaan proyek siluman dan mangkrak, yang di infokan warga masyarakat setempat, namun tidak membuahkan hasil, lantaran Kades Tengku Lawar, Yohanes Abu, tidak berada ditempat. Serta upaya menghubungi melalui nomor WhatsApp miliknya, hingga berita ini di tayangkan belum juga merespon.

Begitu pula upaya menghubungi pihak kontraktor pelaksana proyek pembangunan lapen, Apolo Durman, mantan pekerja PT Menara Armada Pratama, hingga berita ini dinaikan belum berhasil dikonfirmasi, lantaran nomor telpon genggam miliknya tidak dapati dihubungi.

Berita bersambung berikutnya.

(tim Sidikkasus Biro Manggarai Raya NTT)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less