Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Diduga Adzan Magrib Dihina Terjadi Bentrok 2 Kubu Di Desa Yaba, 3 Orang Luka Serius Tanpa Keamanan

Diduga Adzan Magrib Dihina Terjadi Bentrok 2 Kubu Di Desa Yaba, 3 Orang Luka Serius Tanpa Keamanan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025

Gambar ilustrasi

Berita Sidikkasus.co.id

HALSEL – Desa Yaba Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Kembali diguncang insiden pengeroyokan antara kelompok pemuda yang nyaris berubah menjadi konflik besar.

Berdasarkan informasi rilisan berita yang di terima Media ini melalui pesan chat WhatsAAP, pada senin (29/09/2025).

Ketegangan ini bermula, diduga dipicu oleh dendam lama antara pemuda Dusun Kampung Makian dan pemuda RT 01, RT 02, serta RT 03. Sehingga kembali terjadi bentrok di saat waktu adzan magrib pada tanggal 28 September 2025.

Dari berbagai informasi lapangan, menyebut sekelompok pemuda Desa Yaba RT 01, 02, dan 03 secara tiba-tiba berteriak menantang warga Dusun Kampung Makian, untuk melakukan adu fisik.

Ironisnya, provokasi dilakukan sejumlah pelaku disaat adzan magrib di kumandangkan pukul 07:15 Wit .

Tak hanya mengundang perkelahian, pelaku juga mengelilingi Mesjid sambil tertawa-tawa dan meneriakkan dengan keras “Kenapa harus pake adzan, serta teriakan Salam-Salam selama Azan berlangsung.

Teriakan ini, sontak membuat warga Muslim di dusun Makian yang berbondong-bondong menuju Mesjid untuk melaksanakan sholat terpaksa menghentikan langkahnya, akibat dari segrombolan terduga pelaku Warga Nasrani sehingga situasi semakin tak terkendali dan terjadi ricuh antara kedua kubu saling menyerang.

Sementara, informasi lain melalui beberapa Wartawan yang melakukan peliputan di sana, menjelaskan bahwa bentrok itu terjadi di beberapa titik dekat pemukiman warga.

Kedua kelompok saling serang menggunakan benda tumpul, sehingga situasi semakin sulit dikendalikan tanpa pihak ke amanan dari pihak kepolisian maupun Bhabinkamtibmas.

Insiden ini, para pokoh Masyarakat sempat mencoba melerai. namun, bentrok yang di ikuti dengan tindakan anarkis tak terhindarkan.

Akibat kejadian tersebut, tiga warga mengalami luka serius. Korban masing-masing atas nama Risno Jabid, Ikbal Hadad, dan Hadianto Hadad.

Ketiganya mengalami luka parah di bagian wajah dan tangan akibat pukulan dan hantaman benda tumpul.

Korban langsung dievakuasi oleh warga ke tempat aman untuk mendapatkan pertolongan. Hingga berita ini diturunkan, kondisi mereka dilaporkan masih dalam perawatan intensif dan mengalami shock berat akibat insiden tersebut.

Selain itu, beberapa nama diduga menjadi aktor utama pemicu kekacauan ini yaitu saudara Rian Samuel, Arjuna, Aji (45), Penggege, dan Ardiano.
Kelima orang terduga pelaku yang berada di barisan terdepan saat terjadi bentrok dengan Warga Muslim.

Sementara, saksi yang melihat aksi para pelaku saat beraksi itu di benarkan oleh salah satu kaur desa, yakni Idison Nita.

Idison Menegaskan bahwa dirinya melihat langsung kejadian tersebut, bahwa Meraka berteriak-teriak di saat adzan di komendankan.

” Dorang (Mereka) berlari mengelilingi mesjid dan juga berteriak sembari melontarkan bahasa yang memprovokasi warga dusun kampung Makean.

Keluar Torang baku pukul, adzan adzan apa kah, teriak dari kelompok pemuda Nasrani,” ujar Idison meniru perkataan para pelaku.

Diketahui, keesokan harinya pihak kepolisian baru saja tiba usai terjadi bentrok dan situasi di Desa Yaba saat ini belum kondusif.

Sejumlah warga kedua kubu masih berjaga-jaga dan dikhawatirkan bentrokan susulan bisa terjadi sewaktu-waktu jika tidak segera ditangani aparat keamanan.

Pemerintah Desa bersama tokoh masyarakat saat ini memilih menahan diri seraya menunggu kedatangan personil pihak kepolisian Polres Halmahera Selatan, sektor Polsek Indari Kec. Bacan Barat.

Demi kenyamanan, warga berharap aparat segera bertindak tegas agar kericuhan tidak kembali terulang dan situasi keamanan dapat segera dipulihkan. Harap Warga disana.

(Reporter/Kandi)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less