Desa Pondoknongko Kembali Gelar Tradisi Sapar-Saparan Rebo Pungkasan Bersama Danramil Dan Forpimka

Berita sidikkasus.co.id

BANYUWANGI – KABAT – Pemdes dalam rangka melestarikan adat budaya tradisi Masyarakat, memasuki bulan Suro atau sapar dalam kalender jawa, Desa Pondoknongko – Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Festival Sapar- Saparan Jum’at (15/09/2023). Sapar – Saparan merupakan ritual yang digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan permohonan keselamatan bagi masyarakatnya.

Acara kegiatan Festival Sapar- Saparan yang di laksanakan pada pagi ini tepatnya pada Hari Rabu Wekasan atau yang di kenal dengan Rabu Pungkasan di Bulan Sapar,ini merupakan kegiatan rutinitas yang setiap tahun di adakan oleh Pemerintah Desa Pondoknongko bersama warga masyarakat setempat guna Nguri- Nguri( Melestarikan) adat budaya dan tradisi dari leluhurnya.

Dalam kegiatan ini Warga masyarakat Desa Pondoknongko menyediakan Jenang Sapar di sepanjang jalan untuk masyarakat juga untuk umum secara gratis. Acara yang berpusat di halaman Desa Pondoknongko berjalan sukses dan meriah. Kegiatan Sapar- Saparan yang di laksanakan oleh Pemdes bersama masyarakat mendapat sambutan yang sangat luar biasa.

Hadir pula Danramil 0825/14 Kabat Kapten Kav Makali, bersama Camat Kabat Teddy Ardiyansyah S,STP, Babinsa Pondoknongko Serda Ahmad Syaihu, Babinkamtibmas Bripka Angga, Kades Hamdan Romahurrmuzi dan warga sekitar 1000 orang.

Susunan Acara kegiatan di awali dengan Pembukaan, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan Kepala Desa Pondoknongko, Istigosah dan Do’a di lanjutkan tradisi Jenang Sapar Saparandan Forum Pimpinan Kecamatan ( FORPIMKA) Kabat.

Seusai acara Hamdan Romahurrmuzi selaku Kepala Desa( KADES) Pondoknongko menyampaikan kepada Awak Media,” Syukur alhamdulillah kegiatan Sapar- Saparan pada pagi hari ini bisa dilaksanakan di Balai Desa yang sebetulnya acara kegiatan ini biasa di laksanakan di pesisir pantai karena sutuasi kondisi yang tidak bersahabat maka acaranya di pindah ke Balai Desa Pondoknongko,” ucap Hamdan Romahurrmuzi.

Selain itu” kami mencoba koodinasi dengan para nelayan bahwa acara tetap kita laksanakan walaupun tidak di tempat biasanya namun semangatnya tetap sama nguri-nguri warisan leluhur kita untuk memberikan pelajaran kepada generasi muda yang ada di wilayah Desa Pondoknongko.

(Djoen SDK)

Komentar