Cegah Stunting Sejak Dini, Sosialisasi MBG Disambut Antusias Di Gumul Kediri
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kam, 26 Feb 2026

Berita Sidikkasus.co.id
KEDIRI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi disosialisasikan di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Rabu siang (25/2/2026). Kegiatan ini dihadiri Anggota DPR RI Komisi IX Pulung Agustanto, S.I.P., Koordinator Tenaga Ahli Direktorat Promosi & Edukasi Gizi T. Odi Warsyah, S.Kom., serta dr. Ika Tjandra Kusuma dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
Dalam sambutannya, Pulung Agustanto menyampaikan bahwa sejak 13 Januari dirinya bertugas di Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan BPJS. Ia menegaskan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden RI dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, persoalan gizi harus ditangani sejak masa kehamilan. Ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang cukup agar bayi yang dilahirkan terhindar dari risiko stunting. Ia menyebutkan bahwa saat ini masih terdapat sekitar dua dari sepuluh anak yang mengalami kekurangan gizi.
“Generasi hebat lahir dari gizi yang kuat. Jika persoalan ini tidak ditangani secara serius, maka dampaknya akan panjang terhadap kualitas bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Ika Tjandra Kusuma menjelaskan bahwa MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan generasi sehat dan cerdas. Makanan bergizi harus memenuhi prinsip gizi seimbang, meliputi karbohidrat sebagai sumber energi, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral.
Program ini menyasar kelompok prioritas, yakni ibu hamil, balita, dan anak sekolah. Fokus utama diarahkan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi fase krusial dalam pembentukan fisik dan perkembangan otak anak. Kekurangan gizi pada fase ini dapat berdampak jangka panjang, termasuk gangguan pertumbuhan dan penurunan kualitas kecerdasan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Antusiasme masyarakat semakin terasa dengan adanya pembagian door prize yang menambah semarak acara, sekaligus mempererat kebersamaan antara penyelenggara dan peserta.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan memahami bahwa MBG adalah investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia.
Jurnalis: Mohamad Yunus
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar