Begini Penjelasan Pj Kades Bisori Yang Diduga Gelapkan DD Ratusan Juta 6 Item Fiktif.
- account_circle Redaksi
- calendar_month Ming, 21 Sep 2025

Berita Sidikkasus.co.id
HALSEL – Pj Kepala Desa (Kades) Bisori Kec. Kasiruta Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Salamat H. Ade, membantah keras tudingan menggelapkan Dana Desa (DD) ratusan juta rupiah yang baru saja menjabat 4 bulan lamanya.
Menurut Salamat Ade, besaran DD tahap l tahun anggaran 2025, sebesar Rp.476 juta sekian, itu di belanjakan untuk keperluan Desa Bisori masing masing;
“Bodi Desa dan mesin tempel 40PK satu unit, bodi viber Nelayan 7 unit, dan mesin kantinting 6 unit, BLT DD sebanyak 20 kepala keluarga penerima manfaat, terhitung sejak bulan Januari-Juli 2025,” Kata Kades minggu (21/09/2025).
Kemudian lanjut kades, Insentif Paud, Posyandu, makanan tambahan cegah stanting, Badan Sarah, Linmas, KPM, Poldes, Klinservis, motorres, dan biaya pengebotan rumah sakit, serta dewan adat, itu telah dibayar lunas terhitung bulan Januari-Juli 2025.
Sementara, untuk Dana Pemuda sendiri telah di serahkan sebesar Rp.10 juta rupiah, dan sisahnya Rp15 juta, akan di serahkan pada tahap ll nanti. Jelasnya.
Meski begitu, klarifikasi Pj Kades Bisor Salamat Ade, tidak menyebut berapa besar biaya belanja barang dan insentif serta BLT yang diberikan kepada hak penerima.
Kades juga membantah terkait 3 unit WiFi (starling) desa, itu tidak tertuang dalam APBDes Desa Bisori tahun anggaran 2025.
Sedangkan, 15 tong sampah, dan sisah bodi viber 2 unit dan 3 buah mesin katinting akan di selesaikan pada ditahap ll.
“Untuk biaya oprasional 3 persen dari DD, dan gaji 4 bulan akan saya dikordinasikan dengan mantan Pj Kades Bisori Farid, dalam waktu dekat ini,” Tandasnya.
Sebelumnya, di beritakan Media ini, dengan judul; Banyak Yang Kejar Amal Kebaikan, Pj Kades Bisori Diduga Memilih Korupsi DD Ratusan Juta 6 Item Fiktif. Edisi 19/09/2025.
Dari hasil document APBDes 2025, dan penilusuran Wartawan. Diketahui, anggaran tahap I seharusnya di alokasikan untuk melunasi 6 item fiktif diantaranya;
3 unit WiFi (starling) desa, 15 unit tong sampah, kepemudaan, 9 unit bodi viber ketinting lengkap dengan mesin, dan Rp.35 juta biaya oprasional 3 persen dari DD, serta gaji 4 bulan.
Ke-enam aitem diatas diduga kuat fiktif dengan kerugian Negara melebihi dari Rp.200 juta.
Hal ini, turut dibenarkan oleh ketua kordinator forum peduli Masyarakat Desa Bisori. Santo menyebut kasus ini dugaan ada keterlibatan Samsul Arifin selaku Bendahara Desa Bisori.
“Iya benar ada 6 item fiktif dugaan bendahara Desa Bisori turut terlibat nikmati uang haram angka dua ratus juta lebih kerugian Negara,” Ungkap Santo kepada Media ini, jumat (19/09/2025).
Santo juga membenarkan bahwa, “anggaran DDS tahap 1 hanya di realisasikan untuk bodi desa 130 juta, dan sentif lembaga adat sebanyak 3 orang yang seharusnya di bayar Rp.3000.000 juta per orang, malah diterima hanya Rp1,800 per orang, serta kantor desa juga tidak di fungsikan,” Terangnya.
Tambah dia, “jadi wajar jika kantor Desa di palang oleh Masyarakat Bisori, dan tidak akan dibuka sampai kasus ini benar benar di selesaikan terlebih dulu,” Jelas Santo
Terkait kasus ini, Santo mendesak agar pihak DPMD dan Inspektorat Halsel, agar tidak duduk diam kasus ini segera di mintai klarifikasi kepada Pj Kades Bisori, dan melakukan audit khusus secepatnya sebelum ada gerakan dari Masyarakat Desa Bisori.
“Atas nama Forum Peduli Desa Bisori mendesak pihak DPMD dan Inspektorat Halsel, tidak duduk diam dan tutup mata, harus memanggil Pj Desa Bisori untuk dimintai klarifikasi dan secepatnya melakukan audit khusus sebelum ada langkah gerakan dari Masyarakat Desa,” Tegasnya
(Reporter/Kandi).
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar