Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Banyak Yang Kejar Amal Kebaikan, Pj Kades Bisori Diduga Memilih Korupsi DD Ratusan Juta 6 Item Fiktif

Banyak Yang Kejar Amal Kebaikan, Pj Kades Bisori Diduga Memilih Korupsi DD Ratusan Juta 6 Item Fiktif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 19 Sep 2025

Berita Sidikkasus.co.id

HALSEL – Sebagian besar umat manusia yang berusia diatas 50 tahun akan mengutamakan mengejar amal kebaikan semasa hidup sangat dianjurkan untuk di utamakan, karena dunia bersifat sementara dan amal kebaikanlah yang akan menjadi bekal di kehidupan akhirat, serta memberikan pahala dan kehidupan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Namun, berbeda dengan Pj Kepala Desa (Kades) Bisori Kec. Kasiruta Barat, Halsel. Salamat H. Ade, meski usianya diduga sudah diatas 50 tahun, dan baru saja 4 bulan menjabat diduga kuat sudah melakukan kasus kejahatan tindak pidana korupsi dana desa (DD) ratusan juta pada tahap l 2025.

Dari hasil document APBDes 2025, dan penilusuran Wartawan. Diketahui, anggaran tahap I seharusnya di alokasikan untuk melunasi 6 aitem diantaranya;
3 unit WiFi (starling) desa, 15 unit tong sampah, item kepemudaan, 9 unit bodi viber ketinting lengkap dengan mesin, dan Rp.35 juta biaya oprasional 3 persen dari DD, serta gaji 4 bulan.

Ke-enam aitem diatas diduga kuat fiktif dengan kerugian Negara melebihi dari Rp.200 juta.

Hal ini, turut dibenarkan oleh ketua kordinator forum peduli Masyarakat Desa Bisori. Santo menyebut kasus ini dugaan ada keterlibatan Samsul Arifin selaku Bendahara Desa Bisori.

“Iya benar ada 6 item fiktif dugaan bendahara Desa Bisori turut terlibat nikmati uang haram angka dua ratus juta lebih kerugian Negara,” Ungkap Santo kepada Media ini, jumat (19/09/2025).

Santo juga membenarkan bahwa, “anggaran DDS tahap 1 hanya di realisasikan untuk bodi desa 130 juta, dan sentif lembaga adat sebanyak 3 orang yang seharusnya di bayar Rp.3000.000 juta per orang, malah diterima hanya Rp1,800 per orang, serta kantor desa juga tidak di fungsikan,” Terangnya.

Tambah dia, “jadi wajar jika kantor Desa di palang oleh Masyarakat Bisori, dan tidak akan dibuka sampai kasus ini benar benar di selesaikan terlebih dulu,” Jelas Santo

Terkait kasus ini, Santo mendesak agar pihak DPMD dan Inspektorat Halsel, agar tidak duduk diam kasus ini segera di mintai klarifikasi kepada Pj Kades Bisori, dan melakukan audit khusus secepatnya sebelum ada gerakan dari Masyarakat Desa Bisori.

“Atas nama Forum Peduli Desa Bisori mendesak pihak DPMD dan Inspektorat Halsel, tidak duduk diam dan tutup mata, harus memanggil Pj Desa Bisori untuk dimintai klarifikasi dan secepatnya melakukan audit khusus sebelum ada langkah gerakan dari Masyarakat Desa,” Tegasnya

Terpisah, Pj Kades Bisori Salamat H. Ade tidak memberikan tanggapan saat berulang kali di konfirmasi Via pesan whatsAAP dan sambungan telfon meski nomor kontak nya aktif.

(Reporter/Kandi).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less